Acara dan Kegiatan

Abnonku Jaksel 2018: Trio Tiga Selatan Abnonku - 15 pasang pemenang Abang None Buku Jakarta Selatan telah diumumkan di laman resmi instagram @abnonku_jaksel , Selasa (07/08) malam. Dari 30 finalis Abnonku Jaksel 2018, 4 orang berasal dari SMAN 3 Jakarta, yaitu: Ameer Rafy Rozelly (finalis no. 01), Achmad Fachriza Putra (finalis no. 03), Muhammad Adrian Wirakusumah (finalis no. 11), dan Muhammad Ikhsan Firdaus (finalis no. 13). Dari 30 finalis Abang None, diseleksi menjadi 20 finalis (10 pasang). Alhamdulillah, empat orang dari Tiga Teladan masuk babak 10 besar. Berdasarkan jawaban yang dipaparkan 10 pasang abnonku, akan dipilih yang memberikan jawaban paling spektakuler. Kemudian dipilih 5 pasang terbaik yang akan melaju ke babak akhir penentuan pemenang. Setelah diumumkan hasil top 10, sayang sekali langkah M. Ikhsan Firdaus hanya melaju sampai top 20. Namun demikian, Tiga Teladan boleh merasa cukup puas dengan 3 delegasi yang berhasil meraih babak top 10. Berikut performance mereka ketika melakukan sesi tanya jawab (Q n A) pada babak top 20 (10 pasang) dan top 10 (5 pasang). Final Abang None Buku Jakarta Selatan 2018 Link Video: ( Grand Final Abang None Buku Jakarta Selatan 2018: https://youtu.be/90v2zlIA6Zs ) Setelah proses penjurian yang sangat panjang dan ketat, ditetapkan pemenang yang dianugrahkan kepada: Abang Buku: Muhammad Adrian Wirakusumah ( SMAN 3 Jakarta) None Buku : Alya Nabila (Universitas Indonesia) Wakil I: Muhamad Ikhsan Ramadon (UIN Syarif Hidayatullah) Wakil I: Fitria Salma (SMAN 8 Jakarta) Wakil II : Achmad Fachriza Putra (SMAN 3 Jakarta) Wakil II : Mathilda Ruth Amabelle (SMAN 8 Jakarta) Harapan I : Pamiluto Arya Yudhistira (Universitas Negeri Jakarta) Harapan I: Fatmawati Indah Putri (SMA Avicenna Cinere) Harapan II : Ameer Rafy Rozelly (SMAN 3 Jakarta) Harapan II : Intan Salsabilla (Universitas Al-Azhar Indonesia) Keberhasilan para pemenang Abang None Buku Jakarta Selatan 2018 tidak lepas dari effort masing-masing finalis. Mereka bisa melewati berbagai tahapan tes dengan sangat baik. Penilaian para finalis meliputi berbagai bidang seperti: Perpustakaan dan minat baca, Pemerintahan, Bahasa asing dan Public Relation, Psikologi, Kebudayaan Betawi, dan Tata Rias serta Busana. Tugas dari Abang None Buku Jakarta Selatan sudah menunggu. Yang paling dekat adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi final Abang None Buku DKI Jakarta yang perhelatannya akan digelar pada pekan pertama bulan September 2018. Pemilihan Abang None Buku DKI Jakarta sudah berlangsung sejak tahun 2006 dan pada tahun ini menginjakkan tahun ke-11. Adapun peserta dari pemilihan tingkat provinsi ini adalah 30 pasang Abang dan None Buku yang merupakan lima besar dari enam pemilihan tingkat kota administrasi DKI Jakarta. Finalis Abang None Buku Jakarta nantinya diberdayakan sebagai duta buku, dan pada tugas-tugas keprotokolan, seremonial, kegiatan sosial, penyaluran minat dan bakat melalui berbagai kegiatan, serta sebagai Public Relation Perpustakaan masing-masing wilayah. Mereka juga ditugasi mempromosikan perpustakaan dan minat baca, terlibat di kegiatan RPTRA dan event yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di DKI Jakarta. Penulis: Dedy Arfiansyah Editor: Sarah Aditya Yolanda Sitanggang Foto: Nyak Cut Nadira

SMAN 3 Jakarta kembali berjaya pada Pemilihan Abang None Buku. Hal itu berkat performance Nisrina Olivia Jasmine (Denise) yang berhasil meraih Wakil II None Buku (juara 3) dan Syafarina Tiyani Rianto (Farin) yang meraih Harapan II None Buku (juara 5) di ajang Pemilihan Abang None Buku (Duta Baca) Jakarta Barat 2016. Kompetisi yang diselenggarakan di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, itu merupakan besutan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kotamadya (KPAK) Jakarta Barat yang bekerja sama dengan Lippo Mall Puri. Terdapat ratusan abang dan none yang mengikuti ajang ini, mulai dari tingkat SMA hingga mahasiswa, yang mengeyam pendidikan dan atau tinggal di Kotamadya Jakarta Barat. Seperti dimuat laman Official Account Ikanobu Jakbar, Rabu (21/9/2016, 19:24), dari 15 pasang finalis abang none yang telah mengikuti karantina, terpilih pemenang sebagai berikut: Abang Buku: Prasetyo Amirulloh (Universitas Padjajaran) None Buku: Cut Nyak Shafa Dara Dwitari (Universitas Mercubuana) Wakil I Abang: Dicky Ahmad Ghiffari (SMAN 78 Jakarta) Wakil I None: Rizky Amaliah (Universitas Negeri Jakarta) Wakil II Abang: Stevanus Rinno Ticoalu (Universitas Terbuka) Wakil II None: Nisrina Olivia Jasmine (SMAN 3 Jakarta) Harapan I Abang: Handy Wijaya (Universitas Esa Unggul) Harapan I None: Dea Yasmine (Universitas Indonesia) Harapan II Abang: Rangga Haris (SMAN 65 Jakarta) Harapan II None: Syafarina Tiyani Rianto (SMAN 3 Jakarta) Abang Favorite: Samuel Kevin Fernando (SMAN 33 Jakarta) None Favorite: Rani Elvina (SMAN 33 Jakarta) Abang Persahabatan: Muhammad Ridwan Miftahul Hayat (Universitas Gunadarma) None Persahabatan: Adi Tasya Nurzahra (Universtas Negeri Jakarta) Untuk menjadi pemenang, Nisrina (no. 18) dan Syafarina (no. 4) harus menyiapkan dan menunjukkan performance terbaik. Performance tersebut menjadi penilaian juri. Pasalnya, Abang None Jakarta Barat 2016 berkonsep beauty contest dan fokus ke bidang pendidikan sehingga para peserta juga harus siap dengan pengetahuan umum yang luas, dan sistem tanya-jawab menggunakan bahasa Inggris. Para juri sendiri berasal dari berbagai kalangan yang expert dibidangnya. Mereka menilai dan melakukan tanya-jawab dengan finalis. Adapun beberapa hal yang ditanyakan oleh juri antara lain seputar pendidikan, perpustakaan, minat baca, pengetahuan umum, dan unjuk bakat. Selain Denise dan Farin, delegasi dari TITELIC SMAN 3 Jakarta dalam Abnonku Jakbar juga dihadiri oleh Digo (pengurus TITELIC divisi ISA). Karantina dan kompetisi dilaksanakan selama tiga hari. Di sesi akhir kompetisi, diselenggarakan award ceremony yaitu pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan.

15 pasang pemenang Abang None Buku Jakarta Selatan telah diumumkan di laman resmi instagram @abnonku_jaksel, Selasa (07/08) malam. Dari 30 finalis Abnonku Jaksel 2018, 4 orang berasal dari SMAN 3 Jakarta, yaitu: Ameer Rafy Rozelly (finalis no. 01), Achmad Fachriza Putra (finalis no. 03), Muhammad Adrian Wirakusumah (finalis no. 11), dan Muhammad Ikhsan Firdaus (finalis no. 13). Dari 30 finalis Abang None, diseleksi menjadi 20 finalis (10 pasang). Alhamdulillah, empat orang dari Tiga Teladan masuk babak 10 besar. Berdasarkan jawaban yang dipaparkan 10 pasang abnonku, akan dipilih yang memberikan jawaban paling spektakuler. Kemudian dipilih 5 pasang terbaik yang akan melaju ke babak akhir penentuan pemenang. Setelah diumumkan hasil top 10, sayang sekali langkah M. Ikhsan Firdaus hanya melaju sampai top 20. Namun demikian, Tiga Teladan boleh merasa cukup puas dengan 3 delegasi yang berhasil meraih babak top 10. Berikut performance mereka ketika melakukan sesi tanya jawab (Q n A) pada babak top 20 (10 pasang) dan top 10 (5 pasang) Setelah proses penjurian yang sangat panjang dan ketat, ditetapkan pemenang yang dianugrahkan kepada: Abang Buku: Muhammad Adrian Wirakusumah (SMAN 3 Jakarta) None Buku: Alya Nabila (Universitas Indonesia) Wakil I: Muhamad Ikhsan Ramadon (UIN Syarif Hidayatullah) Wakil I: Fitria Salma (SMAN 8 Jakarta) Wakil II: Achmad Fachriza Putra (SMAN 3 Jakarta) Wakil II: Mathilda Ruth Amabelle (SMAN 8 Jakarta) Harapan I: Pamiluto Arya Yudhistira (Universitas Negeri Jakarta) Harapan I: Fatmawati Indah Putri (SMA Avicenna Cinere) Harapan II: Ameer Rafy Rozelly (SMAN 3 Jakarta) Harapan II: Intan Salsabilla (Universitas Al-Azhar Indonesia) Keberhasilan para pemenang Abang None Buku Jakarta Selatan 2018 tidak lepas dari effort masing-masing finalis. Mereka bisa melewati berbagai tahapan tes dengan sangat baik. Penilaian para finalis meliputi berbagai bidang seperti: Perpustakaan dan minat baca, Pemerintahan, Bahasa asing dan Public Relation, Psikologi, Kebudayaan Betawi, dan Tata Rias serta Busana. Tugas dari Abang None Buku Jakarta Selatan sudah menunggu. Yang paling dekat adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi final Abang None Buku DKI Jakarta yang perhelatannya akan digelar pada pekan pertama bulan September 2018. Pemilihan Abang None Buku DKI Jakarta sudah berlangsung sejak tahun 2006 dan pada tahun ini menginjakkan tahun ke-11. Adapun peserta dari pemilihan tingkat provinsi ini adalah 30 pasang Abang dan None Buku yang merupakan lima besar dari enam pemilihan tingkat kota administrasi DKI Jakarta. Finalis Abang None Buku Jakarta nantinya diberdayakan sebagai duta buku, dan pada tugas-tugas keprotokolan, seremonial, kegiatan sosial, penyaluran minat dan bakat melalui berbagai kegiatan, serta sebagai Public Relation Perpustakaan masing-masing wilayah. Mereka juga ditugasi mempromosikan perpustakaan dan minat baca, terlibat di kegiatan RPTRA dan event yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di DKI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta Orangtua tak perlu ragu atau khawatir bila anaknya mendapat imunisasi ulang secara massal di wilayah yang terdapat kasus difteri atau ORI (Outbreak Response Immunization). Dengan mendapatkan imunisasi ulang difteri, antibodi anak meningkat, risiko terkena penyakit yang bisa mematikan ini pun menurun. Pada lingkungan yang terdapat kasus difteri, kuman Corynebacterium diptheriae ada banyak sekali. Dalam keadaan seperti itulah antibodi anak perlu ditingkatkan caranya dengan imunisasi ulang. "Diberikan vaksin supaya meningkatkan antibodi pada saat bersamaan. Kalau semua antibodi tinggi, pasti enggak kena difteri kan. Nah itu memutuskan transmisi penularan," kata anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. DR. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) saat dihubungi Health-Liputan6.com pada Senin (11/12/2017). Pemberian imunisasi ulang ini dilakukan kepada semua anak di wilayah tersebut. Termasuk yang sudah mendapatkan vaksin DPT lengkap. "Walau anak sudah mendapat vaksin DPT lengkap, tapi yakin enggak antibodinya masih tinggi? Kan enggak tahu. Saat KLB seperti saat ini, tidak boleh mengambil hal yang ragu-ragu, harus pasti antibodi anak-anak harus tinggi, jadi diberikan ORI," kata Sri lagi. Pelaksanaan ORI di wilayah KLB diperlukan segera karena penyakit difteri itu sangat menular. Penularan bakteri ini melalui percikan ludah saat bersih atau batuk. Selain itu, penyakit ini pun bisa berakibat fatal yakni kematian. Orangtua pun tak perlu khawatir akan efek samping dari imunisasi ulang vaksin DPT ini. Efek samping yang kemungkinan terjadi adalah demam tidak tinggi yang bakal hilang dalam satu-dua hari. Bila memang anak demam, kata Sri, bisa diberikan parasetamol. Kemungkinan efek samping lainnya adalah sedikit bengkak atau merah di bekas suntikan. "Namun itu tidak seberapa ya dibanding dengan penyakit difteri yang mematikan," tutur wanita yang juga bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak - FKUI ini.

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus 1945 yakni salah satu tonggak yang sangat bersejarah dan tidak akan dilupakan buat orang-orang Indonesia sendiri. Begitu gigih para pahlawan Indonesia yang berjuang buat menumpas para penjajah yang datang ke Tanah Air tercinta ini. Beberapa penjajah yang memiliki maksud hanya buat menindas dan buat menjadikan bangsa Indonesia ini sebagai budak para penjajah. Perjuangan seluruh masyarakat Indonesia dalam upaya mencapai kemerdekaan berlangsung selama berabad-abad lamanya. Berkorban dengan penuh jiwa dan raga tentunya. Perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan tersebut akhirnya dapat diraih pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi ini tentu tak lepas dari berbagai pihak tentara Jepang yang terdesak dari pihak sekutu dalam peperangan Asia Timur. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 tentunya memiliki arti yang begitu penting untuk Bangsa Indonesia sendiri. Secara garis besar mengenai arti ataupun makna pentingnya tanggal 17 Agustus bagi bangsa Indonesia yang pertama ialah, bahwa proklamasi kemerdekaan RI sebagai puncak perjuangan para bangsa Indonesia ketika itu. Kemudian makna yang selanjutnya adalah, bahwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 merupakan sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, yang terbentang luas mulai dari sabang sampai dengan merauke. Bukan itu saja, makna lain dari Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 adalah, bahwa ini merupakan titik tolak dari pelaksanaan amanat penderitaan rakyat Indonesia ketika itu. Kemudian makna yang lain adalah, bahwa Proklamasi Kemerdekaan RI sebagai titik tolak perubahan dari tata hukum colonial yang berubah menjadi tata hukum nasional. Setiap hal besar yang bersejarah di Indonesia tentunya memiliki makna makna tersendiri soal kelangsungan pelaksanaan atau dari berbagai persoalan yang lain. Termasuk peristiwa yang begitu bersejarah, Proklamasi Kemerdekaan RI pastinya akan memiliki makna yang cukup besar, karena dengan menyatakan Indonesia merdeka adalah sebuah keberanian dengan tekad yang kokoh. Indonesia lahir bukan melalui sejarah yang pendek dan biasa saja, akan tetapi Republik Indonesia lahir karena buah kesabaran dan kokohnya perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan bukan merupakan hasil akhir dari perjuangan bangsa Indonesia, Indonesia pun menginginkan orang orang di dalamnya merupakan orang orang yang memiliki jiwa juang pula. Jiwa juang dalam hal menuntut ilmu, memahami akan sejarah Indonesia, dan lain sebagainya.

SMA Negeri 3 Jakarta Ikut menyukseskan Pemecahan Rekor Dunia Tari Poco-poco Nasional pada tanggal 05 Agustus 2018. (Poco-poco) adalah budaya asli. Artinya menunjukkan dan memantapkan Poco-poco (sebagai) milik Indonesia. Senam atau tari poco - poco ini diikuti oleh puluhan ribu masyarakat dari berbagai elemen. Pemecahan rekor dunia ini juga diikuti oleh Presiden Joko Widodo didampingi ibu negara Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla, serta sejumlah menteri dan pejabat negara. Selain diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, pemecahan rekor dunia tari poco-poco ini juga untuk memeriahkan perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang akan resmi dibuka pada 18 Agustus mendatang. Mari kita bersama menjaga dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.

PENGUMUMAN KELULUSAN SMAN 3 Jakarta Untuk mengetahui hasil kelulusan silahkan klik : http://lulus.sman3jkt.absis.id Login menggunakan : user ( nomor ujian ) password :( tanggal lahir ) Terima kasih Link : http://lulus.sman3jkt.absis.id