Tim Basket SMAN 3 Jakarta Mendapat Julukan “Penguasa Ibu Kota”

Kuasai Gelar Pemain Terbaik

SEJARAH kembali tercatat pada pergelaran Honda DBL DKI Jakarta Series. Pada musim ini, yang mencetak sejarah adalah SMAN 3. “Tim Teladan” sebutan SMAN 3 Jakarta, berhasil meraih gelar di kelompok putra dan putri. Hal itu kali pertama terjadi di Honda DBL DKI Jakarta Series. Gelar bergengsi dan membanggakan tersebut makin sempurna setelah dua pemain terbaik (MVP-Most Valuable Player) Honda DBL DKI Jakarta Series 2016 juga berasal dari SMAN 3. Yaitu, Adrian Yusuf Atmadiredja di kelompok putra dan Valerie Crishanti Fradela pada kelompok putri.

Pada final party tadi malam di hall A GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, tim putri Teladan menang ketat 43-38 dari SMAN 34 lewat overtime. Keber hasilan tim putri Teladan menjadi juara diraih dengan perjuangan luar biasa. Pada awal kuarter pertama, mereka sempat tertinggal 0-6 sebelum Nadiah Farihah memberikan poin pertama untuk Teladan.

Adinda Marisya menjadi mesin poin bagi Teladan dengan menyumbangkan 5 poin di kuarter II. Margin setengah bola terjadi selama kuarter III. Lay up Valerie Fradela memperkecil margin di tiga detik terakhir menjadi 21-22.

Memasuki kuarter IV, drama terjadi. Perebutan bola begitu agresif. Hingga puncaknya, Alya Nursyahbani, forward dari SMAN 34, mengalami luka di pelipis. Pada detik-detik akhir kuarter IV, kesempatan Teladan untuk langsung mengamankan titel juara sebenarnya terbuka jika saja free throw yang dilakukan Jenifer Fitriani berhasil. Namun, karena suasana yang begitu tegang, kesempatan itu tidak berhasil dimanfaatkan. Pertandingan dilanjutkan ke babak overtime. Vanesha Hershinta menjadi pahlawan dengan membuat 8 poin tambahan selama overtime sekaligus memastikan kemenangan untuk Teladan 43-38.

Di sektor putra, perjuangan Teladan tidak kalah heroik. Tim yang haus gelar sejak terakhir kali menjadi champion pada 2012 tersebut akhirnya berhasil mengulang sejarah. Bertanding melawan SMAN 71 Jakarta di laga puncak, Adrian Yusuf dkk mampu memanfaatkan empat kuarter secara maksimal. Laga tersebut mulai panas sejak kuarter pertama. Yakni, masing-masing tim berusaha saling mengejar ketertinggalan. Sempat terjadi beberapa skor kembar. Kuarter pertama pun berakhir dengan skor 9-6 unggul SMAN 3 Jakarta.

Kuarter berikutnya persaingan semakin sengit. Adrian Yusuf yang baru keluar dari bangku cadangan di menit ke-5 langsung bermain beringas. Total empat tembakannya berhasil dia eksekusi dengan sempurna di waktu yang tersisa. Tidak mau kalah, Sapta Eka –sebutan SMAN 71 Jakarta– menyerang cepat di kuarter ketiga.

Dua kali percobaan three point shoot yang berusaha dilakukan oleh Anthony Willian, guard andalan Sapta Eka belum mampu mengembalikan kedudukan. Hingga di kuarter akhir, putra Teladan berhasil menyusul tim putrinya dan mengawinkan gelar yang merupakan sejarah baru di Honda DBL DKI Jakarta Series. Pertandingan berakhir dengan skor 53-47.

Andi Oktafiyanto, coach tim putra Teladan, menyatakan puas dengan permainan timnya hari ini. Setelah mendengar kabar bahwa tim putri berhasil menjadi champion, pelatih yang sebelumnya dinominasikan sebagai first team Honda DBL DKI Jakarta Series tersebut mengaku semakin optimistis.

”Begitu tahu tim putri menang, motivasi kami langsung berubah. Dari yang awalnya ingin sekadar tampil bagus berganti menjadi misi mengawinkan gelar dan mencetak sejarah baru di seri Jakarta. Dan bersyukur, usaha kami terwujud,” ujarnya seraya berselebrasi bersama tim. Hal tersebut menjadi sejarah kawin gelar pertama dalam Honda DBL DKI Jakarta Series setelah sebelumnya Teladan gagal mengawinkan gelar pada musim 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *